Powered By Blogger

Senin, 25 Januari 2010

MENINGKATKAN KUALITAS HIDUP DENGAN PEMBELAJARAN MOBILE TEACH
By: lismayana hansur
Dengan tarif telekomunikasi yang semakin murah membuat kualitas hidup semakin meningkat, hal ini berdampak kepada proses belajar dari siswa ataupun mahasiswa, dengan kecanggihan tekhnologi dan murahnya tarif akses internet melalui handphone yang berkisar 1rupiah/kb menyebabkan guru kita bertambah, belajar tidak mesti didampingi oleh guru dan kerja tugas gak mesti harus di depan computer, kini dengan handphone digenggaman dapat menjadi alternative media pembelajaran baru bagi siapa saja termasuk pelajar dan mahasiswa dan dapat diaplikasikan oleh guru yang menginginkan peningkatan kualitas belajar dari siswa-siswanya.


Foto: mahasiswa sedang belajar dengan metode mobile teach

Selama ini bila menunggu, banyak yang membawa buku lalu membaca, dengan kecanggihan tekhnologi mobile teach dapat menjadi subtitusi bagi buku bacaan yang bisa jadi sangat berat untuk dibawa kemana-mana.
Kini semua kalangan dengan mudahnya dapat mengakses informasi dari internet dengan menggunakan mobile phone atau handphone yang selama ini digunkaan untuk berkomunikasi, seiring waktu kini dapat beralih fungsi menjadi guru yang nyata dan berarti bagi semua kalangan, ada perubahan fungsi yang sangat signifikan dari handphone yang hanya untuk berkomunikasi, kini dengan adanya mobile teach dapat mengakses internet dan mendapatkan informasi serta bahan pelajaran bagi mahasiswa.
Bukan hanya mahasiswa tetapi bagi petani, nelayan dan professional dapat mendapatkan informasi, petani dapat memperoleh informasi dari mobile teach mengenai pupuk, harga komoditas dari pertanian dan semua yang berhubungan dengan pertanian, begitupula dengan nelayan yang dapat mengetahui informasi cuaca serta dan hasil tangkap nelayan, serta harga hasil tangkapan.
Tentu saja dengan tekhnologi ini harus menjadi bagian dari proses mencerdaskan bangsa, tak terkecuali dengan petani dan nelayan mobile teach yang didukung dengan tarif murah dari operator dapat bersinergi untuk mendukung keberlangsungan kehidupan dan peningkatan kualitas hidup masyarakat Indonesia.

Senin, 18 Januari 2010

MENINGKATKAN KUALITAS HIDUP DENGAN PEMBELAJARAN MOBILE TEACH
By: lismayana hansur
Dengan tarif telekomunikasi yang semakin murah membuat kualitas hidup semakin meningkat, hal ini berdampak kepada proses belajar dari siswa ataupun mahasiswa, dengan kecanggihan tekhnologi dan murahnya tarif akses internet melalui handphone yang berkisar 1rupiah/kb menyebabkan guru kita bertambah, belajar tidak mesti didampingi oleh guru dan kerja tugas gak mesti harus di depan computer, kini dengan handphone digenggaman dapat menjadi alternative media pembelajaran baru bagi siapa saja termasuk pelajar dan mahasiswa dan dapat diaplikasikan oleh guru yang menginginkan peningkatan kualitas belajar dari siswa-siswanya.


Foto: mahasiswa sedang belajar dengan metode mobile teach

Selama ini bila menunggu, banyak yang membawa buku lalu membaca, dengan kecanggihan tekhnologi mobile teach dapat menjadi subtitusi bagi buku bacaan yang bisa jadi sangat berat untuk dibawa kemana-mana.
Kini semua kalangan dengan mudahnya dapat mengakses informasi dari internet dengan menggunakan mobile phone atau handphone yang selama ini digunkaan untuk berkomunikasi, seiring waktu kini dapat beralih fungsi menjadi guru yang nyata dan berarti bagi semua kalangan, ada perubahan fungsi yang sangat signifikan dari handphone yang hanya untuk berkomunikasi, kini dengan adanya mobile teach dapat mengakses internet dan mendapatkan informasi serta bahan pelajaran bagi mahasiswa.
Bukan hanya mahasiswa tetapi bagi petani, nelayan dan professional dapat mendapatkan informasi, petani dapat memperoleh informasi dari mobile teach mengenai pupuk, harga komoditas dari pertanian dan semua yang berhubungan dengan pertanian, begitupula dengan nelayan yang dapat mengetahui informasi cuaca serta dan hasil tangkap nelayan, serta harga hasil tangkapan.
Tentu saja dengan tekhnologi ini harus menjadi bagian dari proses mencerdaskan bangsa, tak terkecuali dengan petani dan nelayan mobile teach yang didukung dengan tarif murah dari operator dapat bersinergi untuk mendukung keberlangsungan kehidupan dan peningkatan kualitas hidup masyarakat Indonesia.

Kamis, 31 Desember 2009

MENYIAPKAN EDUKASI DAN JARINGAN PENUNJANG 4G di INDONESIA
Oleh :Lismayana
Tekhnologi komunikasi semakin berkembang, tidak dipungkiri bahwa semakin bertambahnya waktu, tekhnologi juga semakin disempurnakan, hadirnya telepon genggam yang merupakan alat komunikasi nirkabel atau disebut mobile phone semakin disempurnakan dengan penambahan inovasi-inovasi didalamnya, dari yang sederhana dibuat menjadi lebih berkapasitas tinggi dan semakin berkualitas.
Mobile phone dilengkapi dengan alat yang canggih yang memungkinkan pengiriman dan penerimaan data yang lebih cepat dibandingkan dengan penggunaan Circuit Switch Data (CSD). Sejak ditemukannya tekhnologi 2,5G yang disebut General Paket Radio Service (GPRS) yang dapat transfer data berupa email, data gambar (MMS), Wireless Application Protocol (WAP) dan World Wide Web(WWW), sebagai awal dari perkembangan tekhnologi informasi yang semakin disempurnakan dengan kembali diluncurkannya 3G dan 3,5 G yang berkembang sampai hari ini.
Tak dapat dipungkiri dengan hadirnya third generation tekhnologi (3G) dan 3,5G yang membuat para konsumen dapat bertatap muka dalam berkumunikasi walaupun dalam jarak yang jauh, hal ini membangkitkan semangat para inovator dibidang tekhnologi informasi untuk semakin mengembangkan 3,5G sebagai generasi ketiga, dengan menghadirkan tekhnologi fourt generation tekhnologi atau disebut 4G, yang diharapkan dapat menyempurnakan generasi ketiga (3G). Layanan 4G yang sampai hari ini belum diluncurkan dapat menyediakan solusi IP yang komprehensif dimana suara, data dan arus multimedia dapat sampai kepada pengguna kapan saja dan dimana saja serta dapat memberikan broadband conection yang memberi kecepatan akses sampai 3,6 Mbps/sekon. Hadirnya 4G memungkinkan penggunaan internet telephony, Dengan tekhnologi SIP dalam 4G, nomor telepon PSTN hanyalah sebagian kecil dari identifikasi telepon, bagian besarnya akan menggunakan URL, hal ini menyebabkan nantinya masyarakat tidak sekedar berkomunikasi menggunankan nomor handpone yang dikendalikan oleh pemerintah untuk berkomunikasi via internet telephon.
Kehadiran 4G akan dinantikan oleh masyarakat dengan kecanggihan tersebut memberi space yang lebih besar dalam berkomunikasi dan juga terbukanya alur jalur arus bawah yang dapat di download dan diakses gratis dari internet, namun yang perlu diperhatikan juga adalah jaringan yang selama ini diabaikan oleh para operator seluler, ditengah persaingan yang semakin ketat dengan hadirnya operator baru, namun belum mampu memberi kualitas jaringan yang sempurna, sehingga tak jarang, operator tersebut habis-habisan dalam promosi serta tarif promo yang sebenarnya menjebak. Jaringan operator dan jaringan 3G masih terbatas di Indonesia, hanya tersebar dibeberapa kota besar, namun kini hadir jaringan Wi-Fi. Penggunaan Wi-Fi sangat dinantikan, kahadiran PDA yang dapat menangkap sinyal Wi-Fi telah membuktikan kecanggihan tersendiri. Saat ini jalan yang harus ditempuh adalah bagaimana operator seluler dapat memperluas jaringan Wi-Fi. Sampai saat ini jaringan Wi-Fi masih sangat sempit, terutama disediakan oleh orang-perorang, belum dapat menjangkau area yang sangat luas, tugas yang mesti diemban oleh operator seluler dalam hal ini XL bila ingin mengembangkan 4G di Indonesia adalah membangun jaringan didasarkan di sekitar Long Term Evolution (LTE) teknologi dan kecepatan data downlink bisa mencapai 100 megabit per detik - kira-kira sepuluh kali lebih cepat daripada jaringan 3G tercepat yang dapat menyediakan jaringan 4G yang disebar dipenjuru negeri. Pembanguunan Long Term Evolution (LTE) harus digalakkan oleh operator seluler yang ingin mengembangkan 4G, itulah jalan yang harus dirintis oleh para seluler operator untuk mempersiapkan Indonesia menyambut 4G, dan ketika ditanya mengenai kesiapan Indonesia mengaplikasikan 4G, maka jawabannya adalah tergantung kesiapan jaringan Long Term Evolution (LTE), dan semoga dengan kekuatan itulah XL dapat mengembangkan tekhnologi tersebut di Indonesia.
Tekhnologi fourt generation (4G) membuat masyarakat harus beradaptasi dengan kecanggihan tekhnologi telekomunikasi namun kecanggihan telekomunikasi harus tetap mempertimbangkan pasar, karena pasar 4G hanya menengah keatas, dengan pengetahuan yang cukup tinggi. Mungkinkah dengan kehadiran 4G dapat menjadi hal menarik yang lain yang dapat dipertimbangkan menempati pasar Indonesia, walaupun seiring dengan waktu kehadiran 4G akan mewarnai pasar Indonesia, dan masyarakat pada dasarnya akan mulai beradaptasi dengan system yang digunakan oleh 4G namun permasalahannya apakah semua telah siap dengan kemampuan ekonomi yang semakin menurun apalagi tingkat pendidikan yang rendah. edukasi secara dini bukanlah hal yang tepat namun kesiapan mental para konsumen harus diperhitungkan. Strategi yang harus dilakukan adalah bagaimana menginformasikan kepada masyarakat akan kehadiran 4G yang akan mewarnai tekhnologi komunikasi di Indonesia, sehingga ketika waktunya tiba dan 4G memang harus di releas, maka masyarakat telah siap dan tidak kaget dengan tekhnologi tersebut.

Selasa, 08 Desember 2009

SMS GATEWAY PENUNJANG PERTAHANAN DAN KEAMANAN BANGSA

Pertahanan Nasional merupakan kekuatan bersama (sipil dan militer) yang diselenggarakan oleh suatu Negara untuk menjamin integritas wilayahnya dan menjaga kepentingan-kepentingannya. Pertahanan Nasional dikelola oleh Departemen Pertahanan. Angkatan bersenjata (TNI) disebut sebagai kekuatan pertahanan (www.wikepedia.com). Keamanan adalah keadaan bebas dari bahaya. Istilah ini bisa digunakan dengan hubungan kepada kejahatan, segala bentuk kecelakaan, dan lain-lain. Keamanan merupakan topik yang luas termasuk keamananan nasional terhadap serangan teroris, pertahanan dan keamanan bangsa diupayakan untuk tetap terjaga agar ketentraman masyarakat dapat tercapai.
Ketahanan dan keamanan bangsa sangat didukung oleh aparat yang bertugas didalamnya, POLRI dan segenap jajarannya, serta TNI sebagai bagian yang mengambil fungsi dalam pertahanan keamanan, yang dibutuhkan adalah perangkat yang dapat mendukung pertahanan keamanan bangsa, persenjataan dan perangkat lain yang harus terpenuhi misalnya kendaraan perang, helicopter dan alat komunikasi yang lain.
TNI dan POLRI adalah bagian yang tak terpisahkan dari Badan Pertahanan Keamanan Nasional (Bappenas), hal ini sesuai dengan undang-undang No 20 tahun 1982 tentang ketentuan pokok pertahanan keamanan Negara, namun pada agustus Tahun 2000 MPR Mengeluarkan ketetapan (TAP) MPR No VI/MPR/2000 tentang pemisahan TNI dan POLRI serta TAP MPR Nomor VII/2000 tentang pemisahan TNI dan POLRI, dengan berbagai pertimbangan akhirnya kedua institusi itu harus berpisah, hal ini didasari atas pemisahan fungsi dan ketajaman fungsi masing-masing serta karakteristik yang pada dasarnya berbeda, secara fungsi sangat berbeda dianatarnya, POLRI berfungsi sebagai pengayom dan pelindung masyarakat serta menegakkan hukum, sedangkan militer berfungsi untuk menaklukkan dan menghancurkan musuh serta mencegah ancaman yang datang dalam institusi yang besar bernama Negara. Namun seiring dengan waktu terjadi disfungsi masing-masing institusi sehingga diinginkan adanya maksimalisasi dan pemulihan dari distorsi fungsi TNI dan POLRI sebagai bagian dari pertahanan kemanan.
Pertahanan dan keamanan seolah-olah dianggap dua hal dan tanggung-jawab yang berbeda, dimana yang satu menjadi tanggung jawab TNI dan lainnya menjadi tanggung jawab POLRI. Dalam hal ini TNI sebagai bagian dari Negara yang berperan sebagai alat pertahanan sedangkan Kepolisian sebagai bagian dari Negara yang berperan dalam memelihara keamanan dan ketertiban masyarakat.
Pemisahan antara dua badan tersebut ternyata membawa akibat tersendiri terhadap masing-masing institusi tersebut, setelah berpisah ada indikasi pembentukan dua kubu yang memiliki kekuatan masing-masing, sehingga tak jarang terjadi pertikaian antara mereka, tidak adanya komunikasi yang terjalin dalam kedua kubu tersebut menyebabkan pengambilan keputusan yang biasanya dilakukan secara sepihak, bahkan sering terjadi perebutan kewenangan antara kedua kubu, seperti yang terjadi pada tahun 2008, dimana terjadi perseteruan antara TNI dan POLRI atas kewenangan untuk menangani kasus tindak pidana perikanan diwilayah laut Indonesia yaitu illegal fishing yang memicu sengketa antara instasnsi terkait (www.forumbebas.com.2008), berdasarkan pasal 73 undang-undang No 31 Tahun 2004 disebutkan mereka sama sama memegang kewenangan namun harus berkordinasi dalam menangani suatu perkara. Namun yang sering terjadi adalah kekurangan kordinasi antara dua instansi tersebut, miss communication sering terjadi antara dua instansi yang mengatasnamakan pelindung masyarakat. Sering terdengar berita tentang TNI dan POLRI yang berebut wewenang penanganan kasus termasuk illegal logging dan segudang masalah lainnya yang melibatkan "beberapa oknum" dari dua kesatuan pengayom dan pembela tanah air ini. Bahkan sering terjadi bentrokan bersenjata antara keduanya.

Tugas pokok dan fungsi pertahanan Negara untuk menjamin tegaknya Negara kesatuan Repubik Indonesia saat ini masih dipertanyakan, jika kejadian perebutan wewenang masih terjadi, diperparah lagi oleh kendala berupa keterbatasan kuantitas dan kualitas aparat pertahanan dan keamanan serta belum lengkapnya software bidang pertahanan Negara (Balitbang dephan). Dibutuhkan suatu pemecahan persoalan yang terjadi dengan menganalisis penyebab dari permasalahan, dan berdasarkan analisis saya sebagai penulis, semua ini hanya disebabakan kekuarangan koordinasi antara dua instansi tersebut, karena kekurangan dalam perlengkapan yang harus menjembatani antara TNI dan POLRI dalam kewenangannya. Pemerintah tidak harus tinggal diam atas kejadian ini, harus ada tindakan yang proporsional untuk menjembatani segala masalah ini.
Komunikasi adalah hal yang penting dalam proses penyelesaian dan merupakan jembatan permasalahan dan juga jembatan solusi dari permasalahan yang sering terjadi. Komunikasi harus digalakkan antara kedua institusi tersebut, Kini saatnya untuk melakukan pembaruan dalam bidang telekomunikasi yang digunakan oleh instansi tersebut, harus dilakukan kerjasama antara badan pertahan kemananan dan bagian telekomuikasi seperti yang tertuang dalam Peraturan Pemerintah Nomor. 4 tahun 1992 tentang Penyelenggaraan Telekomunikasi untuk Keperluan Pertahanan dan Keamanan Negara diatur bahwa : Penyelenggaraan telekomunikasi untuk keperluan Hankamneg diselenggarakan oleh Dephankam dan/atau TNI, Penyelenggaraan diperuntukan bagi Pertahanan Keamanan Negara. Sedangkan Peraturan Pemerintah No 53/1980, perubahan atas peraturan pemerintah nomor 22 tahun 1974 tentang telekomunikasi untuk umum, yang mana dijelaskan: a. Perusahaan Umum Telekomunikasi ditetapkan sebagai badan usaha yang diberi wewenang untuk menyelenggarakan telekomunikasi untuk umum dalam negeri; b. Perusahaan Perseroan (PERSERO) PT. Indonesian Satellite Corporation sebagaimana ditetapkan dengan Peraturan Pemerintah Nomor 52 Tahun 1980, selanjutnya disebut PT. Indosat, ditetapkan sebagai badan usaha yang diberi wewenang untuk menyelenggarakan telekomunikasi untuk umum internasional. Berdasarkan peraturan tersebutlah sehingga seharusnya dilakukan suatu kerjasama mutualisme antara kedua pihak yang membutuhkan yaitu perusahan telekomunikasi yang ditunjuk oleh pemerintah dengan instansi pemerintah, dalam hal ini POLRI dan TNI. Namun tentu saja kerjasama ini harus menguntungkan kedua pihak, menguntungkan POLRI dan TNI dalam hal menjadi bagian dari mereka yang dapat memberi koneksi pada kedua instansi sehingga diharapkan terjalinnya kordinasi antara POLRI dan TNI, sedangkan pada jaringan telekomunikasi keuntungannya adalah kliring seperti yang tertuang dalam Pasal 21ª Untuk keperluan pengaturan atas pelaksanaan fungsi perencanaan interkoneksi, pelayanan universal, kualitas pelayanan, pengawasan dan pertanggungjawaban publik, perlu dilaksanakan kliring trafik telekomunikasi. Namun yang dibutuhkan kini adalah bentuk dari jaringan telekomunikasi yang akan dilakukan, serta pas untuk menjalin koneksi antara TNI dan POLRI untuk menghadapi permasalahan pertahanan dan keamanan yang terjadi sehingga , kedua instansi ini dapat segera melaksanakan fungi pertahanan dan keamanan.
Tekhnologi informasi adalah salah satu cara yang dapat ditempuh untuk menyelesaikan permasalahan yang sering terjadi antar kekalutan wewenang TNI dan POLRI, tekhnologi informasi yang sebaiknya digunakan adalah tekhnologi informasi yang tidak hanya berbasis komputerisasi namun lebih dari itu yaitu menggunakan Short Massage Service (SMS), tekhnologi informasi yang cocok digunakan adalah SMS Gateway. Pentingnya mengimplementasikan software atau sistem aplikasi SMS Gateway sebagai SMS center di instansi TNI dan POLRI yang menghubungkan antara instansi dan instansi, instansi dan pegawainya, atasan dan bawahannya hal ini berfungsi untuk menjembatani hubungan komunikasi antara semua aspek yang terlibat dalam proses pertahanan dan pengamanan sehingga jika ada peristiwa yang membutuhkan penangan dari TNI dan/atau POLRI dapat diperoleh informasinya melalui jaringan koneksi yang terhubung dengan operator yang diterima oleh anggota dan pimpinan TNI dan POLRI dari Short Massage Service (SMS). Banyak kelebihan menggunakan tekhnologi informasi menggunakan SMS Gateway diantaranya: penggunaan handphone membuat banyak dari anggota POLRI dan TNI berkomunikasi dengan SMS, sehingga dengan mudah informasi dapat disampaikan keanggota POLRI ataupun TNI, dengan SMS Gateway semua anggota ataupun pimpinan TNI dan POLRI potensial mendapatkan informasi ter update tentang kejadian yang terjadi dan segera harus diatasi oleh salah satu anggota dari instansi, untuk setiap SMS dari anggota yang meminta informasi selanjutnya terhadap kejadian ataupun semua yang berhubungan dengan masalah pertahanan keamanan akan mendapatkan balasan otomatis (auteresponden), dengan SMS Gateway TNI dan POLRI akan selalau dapat melayani masyarakat selama 24 jam, sehingga jika terjadi kasus yang memang harus ditangani oleh POLRI maka dengan cepat akan ditangani oleh POLRI, sedangkan ketika ada masalah mengenai pertahanan yang mengancam pertahanan bangsa maka TNI dapat dengan sigap mengatasinya, tanpa saling berkompetisi antara TNI dan POLRI. Dengan adanya penggunaan tekhnologi informasi ini diharapkan akan menjadi solusi yang tepat menghilangkan pertikaian yang sering terjadi antara TNI dan POLRI mengenai kewenangan dalam menjaga pertahanan dan keamanan bangsa, sehingga dapat bersinergi untuk menyelesiakan segala persoalan dan menjaga pertahanan dan kemanana bangsa dari segala permaslahan yang dapat memecah belah persatauan dan kesatuan.

Selasa, 01 Desember 2009

FILM SEBAGAI MEDIA REKONSTRUKSI MORAL BANGSA
Oleh:
LISMAYANA

Teknologi modern telah memungkinkan terciptanya komunikasi bebas lintas benua, negara, dan lintas wilayah, melalui media audio (radio) dan audio visual (televisi, internet, bioskop dan lain-lain). Media televisi dan bioskop sebagai sarana hiburan untuk menampilkan film yang merupakan hasil karya seni untuk masyarakat, terkadang dijadikan alat yang sangat ampuh untuk menanamkan atau sebaliknya merusak nilai-nilai moral yang mempengaruhi atau mengontrol pola pikir seseorang.
Film merupakan suatu hiburan yang sangat diminati oleh masyarakat, terutama remaja. film yang akan ditonton dijadwalkan seperti mata kuliah atau pelajaran yang akan dipelajari. Animo masyarakat terutama remaja terhadap film semakin meningkat dengan jangkauan fasilitas yang ada dikotanya. Makasaar merupakan salah satu kota yang peminat akan film sangat besar, Nampak dari banyaknya pengunjung disetiap waktu di Twenty One(TO). Sebagian besar pengunjungnya adalah remaja, mereka rela menghabiskan waktu berjam-jam hanya untuk antri mendapatkan tiket nonton.

Film memiliki jadwal tayang sehingga penonton tidak ingin melewatkannya. Pemutarannya memiliki periode tersendiri sehingga apabila telah habis periode tayang, maka akan tergantikan dengan film lain. Tetapi pada waktu tertentu akan tetap ditayangkan di TV setelah masa promosi atau masa penayangannya di bioskop telah berakhir. Dibandingkan dengan sinetron, unsur film lebih menggambarkan hal yang realistis dibanding sinetron yang terkadang memiliki alur yang tidak jelas dan periode penayangan yang sangat lama.

Film sebagai salah satu tayangan di bioskop ataupun di TV memiliki pengaruh yang cukup besar bagi masyarakat. Sebagai karya seni yang lahir dari hasil kolaborasi cipta pikir dan rasa, film mengejawantahkan hidup dan kehidupan manusia pada masa lalu, masa sekarang, ataupun masa yang akan datang. Nilai dasar yang membangun film adalah rekreatif, deduktif, estetis, moralitas, religius serta kebenaran. Film tercipta membawakan pesan tersendiri bagi penikmatnya. Sebagai sebuah hasil seni, maka pada hakikatnya film memiliki sifat menyenangkan dan berguna, Maka selayaknyalah film bisa dijadikan sebagai salah satu media yang ampuh untuk dijadikan sebagai media pendidikan dan penanaman nilai-nilai moral bagi masyarakat secara umum dan remaja khusunya. Karena film merefleksikan kehidupan nyata masyarakat, Sehingga selain menikmati hiburan juga selayaknya penonton mendapatkan pelajaran serta pendidikan moral. Namun pada kenyataannya berbagai bentuk cerita yang ditampilkan dalam beberapa film akhir-akhir ini jauh dari harapan yang sebenarnya. Khususnya pada film remaja bertema anak sekolahan dan film horor yang sama sekali tidak mengandung makna edukasi.

Wajah Perfilman Indonesia dan Korelasinya dengan Dekadensi Moral Remaja

Seiring dengan perkembangan teknik informasi banyak hal yang telah berubah, termasuk dari fungsi film. Film merupakan usaha media dalam proses menyadarkan masyarakat yang berada dalam multidimensi permasalahan sosial, sehingga yang harus dilakuakan adalah memberikan suatu penyadaran tentang makna pendidikan dan moral, bukan justru menyajikan suatu hal baru yang dapat mematikan potensi remaja.

Sesuai dengan pekembangan masa, banyak yang telah berubah dari keberadaan film Indonesia. Pada angkatan 80 an film memiliki makna sosial dan makna edukasi yang berarti, terutama yang menggambarkan keadaan masyarakat. Gaya kontekstual yang selalu dibangun adalah upaya sosialisasi budaya bangsa yang tergambar dalam tingkah laku keseharian dan setting yang digambarkan pada daerah tertentu. Daun Diatas Bantal merupakan film yang menggambarkan keadaan sosial yang sesuai dengan kondisi masayarakat sekitar. Realitas bangsa indonesia yang persentase kemiskinannya 64,2%(BPS,2007), Maka daun diatas bantal ini adalah film yang menggambarkan keadaan bangsa Indonesia, konflik yang dihadirkan menggambarkan anak jalanan yang harus hidup dengan suatu realitas kemiskinan namun akhirnya meninggal dengan permasalahan yang dialaminya. Realitas ini memaksa penontonnya (masyarakat dan remaja) untuk memiliki rasa empati dan simpati dengan kehidupan yang dilakoni oleh pemain, yang berimplikasi terhadap sikap positivistik pada masyarakat terutama remaja.

Fenomena film horor Indonesia dari jaman generasi berjayanya film Indonesia di era 70 dan 80-an hingga sekarang terus diproduksi. Pada era 80-an didominasi oleh film horor dengan tema mitos-mitos yang ada di masyarakat seperti fenomena Nyi Roro Kidul, Nyi Blorong,dsb, dan dibumbui oleh kemolekan tubuh para pemainnya seperti Suzanna,Yurike P, Sally M,dll. Di era awal kebangkitan kembali film Indonesia pada akhir 90-an, film yang mendominasi diantaranya film yang bernuansa horor yang diwakili oleh Jaelangkung yang disusul oleh Jaelangkung II. Setelah itu perfilman Indonesia dibanjiri oleh film jenis ini, selain film dengan tema drama remaja yang masih bernuansa horor, seperti Mirror, Bangsal 13, Lentera Merah, Disini Ada Setan, Dunia Lain hingga sekarang seperti Kuntilanak, km 14, Bangku Kosong, Hantu Jeruk Purut, Pocong dan masih banyak film lainnya yang segera dirilis.

Film-film horor di era kebangkitan dunia perfilman Indonesia tersebut pada umumnya berusaha mengambil sudut pengambilan gambar sebaik mungkin, tanpa banyak mengeksplorasi cerita secara mendalam dan tanpa meninggalkan kesan moral di hati penontonnya. Banyak unsur-unsur di dalam ceritanya yang nampak janggal bahkan tidak rasional. Ditampilkan dengan gambar gambar yang gelap dan muram dan pengambilan shot-shot jauh untuk menampilkan unsur unsur kejutan di dalam cerita. Ditambah lagi dengan suatu kebiasaan penggunaan backlight yang berlebihan. Jadi yang dikedepankan adalah tampilan gambar dibandingkan pendalaman jalinan cerita dan nilai moral yang disampaikan.
Kondisi perfilman Indonesia sekarang lebih mengedepankan profit daripada pesan sosial dan pesan moral serta makna edukasi yang ingin disampaikan. Misalnya film Hantu Jeruk Purut, Bangsal 13, Bangku Kosong, Kuntilanak, Suster Ngesot merupakan contoh film yang justru menghancurkan remaja sebagai masa depan bangsa, Menurut Aletha Huston, Ph.D. dari University of Kansas, "Anak-anak dan remaja yang menonton tontonan yang bernuansa horor akan cenderung paranoid dibandingkan dengan anak yang tidak menonton film horor.

Fakta yang paling nyata dan merupakan implikasi dari penayangan film horor tersebut yang bersumber dari Kompas (2007) yaitu seorang anak yang mengalami kelaianan psikologi, anak yang bernama Masita remaja berusia 16 tahun pelajar kelas satu SMA Neg 1 Bua harus mengalami kelainan psikologi berupa sikap paranoid terhadap suara musik atau tempat yang gelap, hal ini terjadi disebabakan anak tersebut sering menonton film yang bernuansa horor, imbasnya timbul sikap yang paranoid yang cenderung tidak dapat melakukan aktifitasnya sendiri dan tidak dapat terpisah dengan orang tuanya dalam keadaan apapun.

Selain film horor yang paling marak akhir-akhir ini adalah film porno, yang merupakan tontonan yang ada sejak dulu dan penyebarannya secara tersembunyi karena terdapat undang-undang yang mengatur tentang film tersebut, tetapi sekarang film tersebut sudah dapat dinikmati di bioskop-bioskop, walaupun pada dasarnya bukan film porno tetapi ada adegan porno yang tidak sepantasnya diperlihatkan kepada penonton, misalnya adegan melakukan hubungan suami istri, perempuan yang sedang mandi, dan lelaki yang sedang mengalami ereksi, dan masih banyak lagi adegan yang “seronok” tidak sepantasnya dilihat oleh penontonnya.

Beberapa film yang menampilkan adegan yang seronok itu antara lain Film Buruan Cium Gue, Ekstra Large(XL), Kawin Kontrak. Pada awalnya terjadi kontraversi tentang penayangan ketiga film tersebut, lembaga sensor tidak memberi lisensi kepada production hause untuk menayangkan film tersebut, tetapi atas nama seni film tersebut tetap beroperasi di bioskop-bioskop, walaupun dapat berdampak terhadap nilai moral bagi penontonnya.

Beberapa tayangan film di bioskop telah berani menampilkan adegan yang seronok, diantaranya adegan berpelukan, berciuman, bahkan adegan suami istri yang seharusnya tidak ditayangkan karena akan berakibat pada tingkah laku dan cenderung akan dipraktekan oleh penonton. Terjadinya pemerkosaan terkadang bermula dari bioskop yang menyebabakan penontonnya mengalami ereksi. Nafsu birahi yang tidak dapat terbendung akan berusaha disalurkan, bagi mereka yang memiliki pacar, maka pemuda tersebut akan berusaha mencari celah untuk dapat mempraktekkan adegan tersebut kepada pacarnya, sedangkan bagi yang tidak memiliki pacar maka nafsu birahinya terkadang dilampiaskan dengan cara kriminalitas yaitu memperkosa. Akibat yang ditimbulkan adalah pemuda yang harus mendekam di penjara dan anak lahir tanpa ayah atau terkadang alternatif bagi wanita yang tidak memiliki perasaan, anak tersebut terkadang dibuang.

Salah satu bukti akibat dari adegan dan film porno diungkap dalam Kompas (2007). Karena sering menonton film porno, pelajar 14 tahun nekat memperkosa Menuk (nama samaran) yang berusia 6 tahun, tetangganya sendiri. Aksi perkosaan dilakukan pada Desember 2007 lalu. Korban mengaku, selama sebulan itu telah diperkosa oleh pelaku sebanyak lima kali. "Saya tidak boleh bilang sama siapa-siapa," kata Menuk pada polisi. Ketika dimintai keterangan polisi, Ism mengakui semua perbuatannya. Siswa SDN kelas V ini mengaku, mengetahui hubungan seks ini karena sering diajak oleh teman-temannya menonton film porno. Usai menonton film itu, dia jadi sering terangsang. "Kalau melihat Menuk, saya terangsang," tandasnya.

Terungkap bahwa kasus pemerkosaan mencapai angka 42,9% dimana kejadiannya dirumah tinggal sebanyak 35,7%. Sementara itu data pusat krisis terpadu untuk perempuan dan anak (PKT) RSCM jakarta hingga oktober 2002 mencatat 284 korban kekerasan berupa perkosaan terhadap anak perempuan dibawah 18 tahun sedangkan tahun 2001 hanya terjadi 103 kasus.

Penelitian WHO membuktikan 20-60% aborsi terjadi di Indonesia dan merupakan aborsi yang disengaja. Penelitian di 10 kota besar dan enam kabupaten di Indonesia diperkirakan dari sekitar 2 juta kasus aborsi 50% terjadi di Perkotaan, kasus aborsi dilakukan secara diam-diam oleh tenaga kesehatan(70%) sedangkan dipedesaan dilakukan oleh dukun. Klien aborsi berada pada kisaran usia 20-29 tahun. Perempuan yang tidak menginginkan kehamilannya tersebut dikarenakan beberapa faktor diantaranya hamil karena pemerkosaan, dan kejadian hamil diluar nikah sehingga perempuan tersebut malu memiliki anak tanpa ayah yang merupakan hasil perzinahan.

Kasus tersebut diatas saling merunut dan berkaitan antara satu dan lainnya, apabila film porno menjadi konsumsi masyarakat pada umunya dan remaja khususnya maka akibat yang ditimbulkan tergambar pada kasus tersebut diatas, ini merupakan kriminalitas sehingga menjadi tugas semua pihak untuk menghindarinya, seharusnya film-film yang tidak layak tayang dimusnahkan dari peredaran, Sehingga akibat yang ditimbulkan dapat diminimalisir.

Berdasarkan cerita diatas dapat disimpulkan bahwa adegan atau film porno mengakibatkan tatanan sosial yang tidak seimbang yang berakibat kepada dekadensi moral masyarakat dan tentu saja dapat mematikan potensi remaja. Mereka merupakan penerus bangsa dan akan menempati kedudukan sebagai pengelola bangsa, tetapi apa yang terjadi ketika watak dan pola pikir masyarakat terutama remaja terwarnai dengan perilaku yang ditampilkan di bioskop ataupun di TV yang bertentangan dengan nilai moral dan jauh dari norma-norma luhur yang telah ditanamkan secara turun temurun. Secara implisit tidak ada makna edukasi dari film porno tetapi justru menghancurkan moral bangsa yang tidak lepas dari pengaruh globalisasi. Nilai-nilai positif dan krisis peradaban yang timbul di dalam diri individu banyak disebabkan oleh pengaruh media. Keganasan dalam adegan porno dan film porno mengakibatkan terguncangnya perasaan dan kehilangan akal yang sehat.

Indonesia dihadapkan pada masalah yang kompleks dari masalah kriminal, pejabat yang korupsi, masalah pelajar/mahasiswa yang melakukan tawuran, bencana alam. Semua mengindikasikan suatu tatanan masyarakat yang semrawut di republik tercinta ini. Melihat permasalah diatas, pada saat ini terjadi dekadensi moral disetiap dimensi kehidupan. Bukan hanya preman yang melakukan kriminalitas, hal ini juga terkadang dilakukan oleh orang-orang terpelajar dan tak jarang yang melakukannya adalah para pelajar dan mahasiswa yang notabene adalah tunas bangsa. Dapat dibayangkan apa yang terjadi beberapa tahun kemudian ketika tunas bangsa (baca remaja) mengalami dekadensi moral yang berkepanjangan dan tak ada upaya penyadaran dari kondisi yang terjadi, tidak akan ada perkembangangan yang terjadi di negara tercinta ini. Namun apa yang diharapkan oleh bangsa ini jika pemuda tak lagi eksis dalam proses tersebut. Siapapun tidak menginginkan beberapa tahun kemudian semua hal diatas terulang disebabkan kesalahan dalam mendidik remaja dimasa ini.

Film Sebagai Media Rekonstruksi Moral Bangsa

Merebaknya film remaja diakibatkan oleh budaya materialistik sebagai efek dari globalisasi, menyebabkan Production House (rumah produksi) sebagai produsen film tidak lagi mempertimbangkan aspek nilai dan pendidikan dari film tersebut. Production House hanya mengejar profit yang berarti bahwa itu akan banyak menghasilkan keuntungan bagi mereka. Pemahaman ini menyebabkan terjadinya ketimpangan dalam film. Film sekarang ini hanya menonjolkan aspek hiburannya saja tanpa melirik pada aspek etika, moral dan pendidikan. Faktor itu pulalah yang menyebabkan banyak film yang diciptakan asal-asalan saja tanpa memperhatikan hakikat dari film itu sendiri serta tidak menunjukkan nilai kreativitas dari pencipta film. Berbagai jenis film yang ditampilkan jauh dari standar penciptaannya.

Film yang diyakini memiliki nilai rekreatif, deduktif, estetis, moralitas, religius serta kebenaran sudah tidak nampak lagi. Bahkan beberapa dari judul film yang ditampilkan sangat bertentangan dengan nilai-nilai pembangun karakter (karakter building) tersebut, sehingga yang terlihat sekarang ini adalah film yang menampilkan nilai anti pendidikan, nilai amoral, dan pengkaburan makna kebenaran dan keburukan.

Dunia perfilman Indonesia dihadapkan kepada situasi dan kondisi dimana pelecehan terjadi yang mengatasnamakan seni, sehingga film porno bukan lagi hal yang tabu, bahkan anak yang berusia dibawah umurpun telah dapat mengkonsumsi film yang seronok tersebut, dengan adanya film porno menyebabkan remaja ataupun anak-anak yang dibawah umur dengan mudahnya mendapatkannya, dan dengan seringnya melihat tampilan seks dan adegan porno, mereka akhirnya beranggapan bahwa aktivitas seks adalah hal yang bisa dan bebas dilakukan oleh siapa saja dan dimana saja.

Khalayak (remaja) memang membutuhkan tontonan yang bercerita seputar kehidupan dan lika-liku kehidupan mereka. Selain itu, juga dibutuhkan tontonan tentang fenomena yang berkembang dalam kehidupan remaja itu sendiri. Komisi Penegakan Pedoman Prilaku TV (KP3T) menyayangkan materi cerita film remaja yang kebanyakan hanya menonjolkan cerita cinta dan pacarannya dibanding menampilkan sisi positif dari remaja, seperti masalah susahnya para pelajar SMU membagi waktu, sebab harus mampu menelan begitu banyak beban mata pelajaran atau bagaiman mereka mesti ‘jungkir balik’ agar lolos masuk ke perguruan tinggi negeri yang selama ini tak tersentuh. Padahal justru itulah realita yang terjadi di kehidupan remaja.

Setiap aspek kehidupan pasti memiliki sebab dan akibat yang berpengaruh terhadap jiwa dan moral remaja. Tampilan-tampilan sinetron film ‘latah’ diikuti oleh para remaja, bahkan dijadikan sebuah ‘pemodelan trend’ di kalangan mereka. Baik ataupun buruk, mereka tidak peduli yang jelas tidak ketinggalan jaman. Model dan prilaku-prilaku buruk yang dicontohkan para tokoh dalam film tersebut dinganggap sebagai sebuah ‘trend kehidupan remaja’. Semakin buruk karakter yang ditampilkan maka semakin digemari, karena pada hakekatnya usia remaja adalah usia yang selalu ingin mencoba meski bertentangan dengan norma-norma yang ada.

Selain karakter yang ditampilkan melalui tokoh-tokohnya yang identik dengan amoral, film juga memberikan pemahaman yang buruk dan menjual mimpi-mimpi bagi penontonnya. Banyak film yang memberikan refleksi kehidupan di luar kenyataan yang ada (tidak masuk akal ). Hal ini tentunya sangat berpengaruh buruk bagi perkembangan remaja. Pengaruh buruk yang ditimbulkan film tersebut memunculkan berbagai macam kritikan dari masyarakat. Film-film tersebut hanya memberi pengaruh besar terhadap merosotnya moral dan akidah remaja Indonesia. Belum lagi puluhan bahkan ratusan E-mail yang masuk ke redaksi Komisi Penyiaran Indonesia (KPI) dan Sensor Film Indonesia (SFI) yang merupakan perwakilan dari beberapa lembaga dan aliansi masyarakat yang sangat menentang film-film remaja yang ada sekarang, yang mengandung hal-hal yang sangat bertentangan dengan nilai pendidikan dan nilai-nilai moral yang seharusnya terdapat dalam film, hal ini disebabkan kaburnya nilai tentang yang benar dan yang salah bahkan menjungkirbalikkan norma-norma sosial. Hal ini dipertegas oleh Guntarto ketua Yayasan Kesejahteraan Anak Indonesia (YKAI) yang menyatakan bahwa hampir semua sinetron dan film remaja sekarang hanya mengeksploitasi kekerasan dan seksualitas dan kadang mengabaikan unsur moralitaas.

Pengaruh negatif film remaja menimbulkan keresahan di kalangan masyarakat. Berbagai macam solusi telah ditawarkan beberapa pihak terutama dari masyarakat yang peduli dengan masa depan generasi muda untuk menolak film remaja yang antisocial dan anti pendidikan. Seperti pendirian Lembaga Sensor Film (LSF) yang mempunyai tugas untuk mensensor tayangan film sebelum ditayangkan. Namun ini tidak berhasil karena beberapa dari pihak terkadang ‘nakal’ dengan alasan mereka tidak mengirimkan program yang dibuatnya untuk disensor dahulu. Bahkan, ada program yang telah ditayangkan setelah itu lalu diserahkan ke LSF. Sehingga terkadang wibawa LSF sebagai badan sensor hilang dan terjadi disfungsi dari lembaga ini..

Selain LSF, ada juga Komisi Penyiaran Indonesia (KPI) yang bertugas sebagai pembuat UU perfilman. Menurut Guntarto, tayangan-tayanga film yang mengandung kekerasan/cabul bisa dikenai sanksi pidana. UU No. 32/2002 tentang penyiaran butir b, mempertegas bahwa isi siaran dilarang menonjolkan unsur-unsur kekerasan, cabul, perjudian, penyalahgunaan narkotika dan obat terlarang atau butir c ditambahkan mempertentangkan suku, agama, ras dan antargolongan. Setiap orang yang melanggar aturan itu, diancam dengan hukuman penjara maksimal 5 tahun, dan atau denda sebasar 10 miliyar rupiah. Namun aturan ini sama sekali tidak dihiraukan oleh pihak perfilman karena adanya ketidakjelasan siapa yang berhak mengajukan gugatan pidana ini Karena KPI sendiri baru berdiri Desember 2003 sehingga belum efektif dalam menjalankan tugas pengawasannya. Namun, sampai saat ini masih banyak tayangan-tayangan sinetron antisocial dan anti pendidikan masih tetap ditayangkan di TV. Film remaja yang sampai tahun 2008 masih tetap mendominasi layar kaca masyarakat.

Penilaian antara lain datang dari Ketua Lembaga Sensor Film (LSF) Titi Said, mengungkapkan bahwa dunia perfilman terancam oleh unsur-unsur pornografi, vulgarisme serta kekerasan. Ketiga unsur itu hampir-hampir menjadi sajian rutin di sejumlah stasiun televisi serta dapat ditonton secara bebas termasuk oleh anak-anak. Namun hadirnya LSF dalam dunia perfilman Indonesia tidak semua meresponnya dengan baik, beberapa orang yang memilliki kepentingan didalamanya berusaha untuk menghapus Lembaga Sensor Film(LSF).

Film sebagai salah satu hal yang dimianati, harus diperhatikan unsur-unsur yang dapat mendukung semangat dan nilai moral bagi perkembangan remaja. Film khusus untuk remaja seharusnya dapat mendukung perkembangan moral remaja, bukan justru menampilkan adegan cabul, dsb. Film yang mendukung diantaranya yang bertema pendidikan dan mengandung nilai moral, misalnya film Denias yang merupakan perjuangan seorang anak untuk sekolah, film seperti inilah yang dapat menyadarkan remaja masa kini tentang pentingnya pendidikan, sehingga remaja bersemangat ke sekolah karena merasa telah beruntung bisa mendapatkan fasilitas pendidikan yang telah memadai, sehingga dapat dipastikan ada implikasi yang positif dari film yang bertema pendidikan seperti Denias. Sehingga ditangan produser, sutradara dan segala aspek yang terlibat dalam perfilmanlah terdapat masa depan pemuda dan remaja Indonesia. Juga Artis yang merupakan trendsetter pemuda sekarang, karena merupakan trendsetter maka diharapkan selebriti memperlihatkan sesuatu yang terbaik bagi remaja, memberikan contoh yang dapat diayomi, sehingga dapat berdampak positif terhadap masyarkat pada umumnya dan ramaja khususnya.

Menyikapi fenomena sosial di atas, maka hal yang harus dilakukan adalah mencari solusi yaitu menata kondisi kehidupan bangsa dengan memaksimalkan peran media untuk dapat menyadarkan bangsa dengan segala situasi dan kondisi yang semakin carut marut serta memaksimalkan peran lembaga sensor film. Dan sebagai solusi adalah memaksimalkan peran media dalam proses mencerdaskan kehidupan bangsa, dalam hal ini film seharusnya mengandung nilai moral, nilai edukasi yang dapat menunjang kehidupan remaja. Sebagai salah satu ide yaitu memfilmkan beberapa buku yang dapat meningkatkan minat edukasi remaja misalnya buku tetralogo Andrea Hirata yang berjudul Laskar Pelangi.

Jumat, 10 April 2009

KEUTAMAAN HARTA (QUWWATU MAAL)
Dari Abi Abdillah Tsaubah Bin Mujdad bahwa Rasulullah Bersabda “ Dinar yang paling utama yang dibelanjakan seseorang adalah dinar yang ia belanjakan untuk kelurganya, dinar yang ia belnjakan untuk kendaraan untuk keluarganya dijalan allah, dan dinar yang ia infakkan untuk rekan rekannya yang berjuang dijalan allah”(muslim). Dalam kitab Nuzhatul muttaqin(syarah riyadush shalihin karya imam Nawawi) dijelaskan bahwa hadist itu menjelaskan peringkat keutamaan pengeluaran harta . Al qur’an yang memerintahkan jihad selalu disandingkan antara kewajiban berjihad dengan jiwa dan kewajiban berjihad dengan harta sesuai dengan firman allah swt dalam surat (at taubah:111). Sesungguhnya allah telah membeli dari orang-orang mukmin diri dan harta mereka dengan memberikan surga untuk mereka. Mereka berperang pada jalan allah; lalu mereka membunuh atau terbunuh. (itu telah menjadi) janji yang benar dari allah di dalam taurat, injil dan al quran. Dan siapakah yang lebih menepati janjinya (selain) daripada allah? Maka bergembiralah dengan jual beli yang telah kamu lakukan itu, dan Itulah kemenangan yang besar.
Hai orang-orang yang beriman, sukakah kamu Aku tunjukkan suatu perniagaan yang dapat menyelamatkanmu dari azab yang pedih? (yaitu) kamu beriman kepada Allah dan RasulNya dan berjihad di jalan Allah dengan harta dan jiwamu. Itulah yang lebih baik bagimu, jika kamu Mengetahui(ass shaf : 10-11). Ayat diatas memerintahkan kepada kita untuk mengeluarkan zakat atas harta yang kita miliki, tetapi terkadang terjadi kesalahan persepsi dengan ayat tersebut kewajiban zakat sering dimaknai hanya untuk orang yang memiliki harta sehingga sebagain yang lain tidak merasa penting untuk melakukan zakat. Hal ini memang benar secara fiqih tetapi semangat bukanlah semangat kepasrahan pada keadaan, semangat perintah zakat seharusnya dipahami carilah uang, kumpulkan harta agar dapat melaksanakan perintah Allah Swt. Seharusnya kita membawa perintah shalat untuk diterapkan dalam zakat. Selama ini kita berfikir untuk melakukan shalat dengan segala perjuangan dan konsequensinya dari mulai mencari tempat shalat, menentukan arah kiblat, mensucikan diri dan seterunya. Itu semua mematahkan semangat yang masih dianut sebagiam orang bahwa kesalihan dan ketakwaan identik dengan kemelaratan, kesengsaraan dan ketertindasan. Seolah-olah hanya orang miskin , jelata dan tertindaslah yang layak menghuni surga, sebaliknya orang kaya dan orang yang punya jabatan tidak punya tempat disurga. ini diperparah dengan hadirnya hadist daif(lemah) atau bahkan maudhu(palsu).yang memberikan pesan untuk menjauhi dunia demi mencapai ketakwaan dan kesucian jiwa atau mungkin hadist shahih tentang suhud. Dengan pemahaman yang salah. Suhud tidaklah identik dengan melarat. suhud adalah kepuasan hati dengan apa yang diberika oleh allah SWT. Suhud adalah ketiadaan ikatan hati kepada kekayaan bahwa sambil merasa bersyukur dengan apa yang Allah berikan dan sambil meniaadakan ikatan hati dengan harta. Seseorang yang memiliki harta dan jabatan tidaklah menafikan sifat suhud.
Usman bin affan adalah konglomerat dan kaya raya, beliau adalah sahabat rasul yang dijamin masuk surga. Demikian pula dengan Abdurrahman bin auf beliau sukses dan menjadi saudagar kaya raya. Tetapi beliau tetap dijamin masuk surga. Umar bin abdul aziz juga khalifah yang kaya raya tetapi jusru dia termasuk orang yang suhud.
Posisi harta dalam islam sama dengan posisi kemiskinan yaitu sebagai ujian bagi manusia. Dengan kekayaan orang bisa masuk kedalam surga tetapi bisa juga masuk kedalam neraka. Seperti juga dengan kemiskinan. Hal tersebut semuanya adalah ujian. Sebagaimana firman allah dalam surat (al anbiya :35.) Tiap-tiap yang berjiwa akan merasakan mati. kami akan menguji kamu dengan keburukan dan kebaikan sebagai cobaan (yang sebenar-benarnya). dan Hanya kepada kamilah kamu dikembalikan.
Rasulullah saw bersabda ”sesungguhnya dunia itu manis dan menghijau dan sesungguhnya allah mengangkat kalian sebagai khalifah didalamnya untuk menguji bagaimana kalian bekerja”.maka berhati hatilah dengan dunia dan berhati hatilah dengan wanita karena sesungguhnya fitnah bani israil adalah wanita(riwayat muslim). Jadi orang yang saleh bukanlah orang yang meninggalkan harta melainkan orang yang lulus dalam ujian untuk mengelola harta, seseorang diaggap lulus dalam mengelola harta apabila hanya memperoleh cara yang halal dalam menempuh harta dan menggunakannya dengan cara yang benar (dijalan allah SWT).
Pada hari kiamat setiap orang akan diminta pertanggung jawabannya terkait dengan hartanya dari mana ia peroleh dan bagiamana cara mebelanjakannya ini batu ujian pertama. Rasulullah saw bersabda dan sesungguhnya allah memerintahkan orang-orang beriman seperti yang diperintahkan kepada para rasul. Dia berfirman ” wahai para rasul makanlah dari apa yang baik dan beramal salehlah karena sesungguhnya aku mengetahui apa yang kalian kerjakan dia juga berfirman ’wahai orang-orag beriman makanlah yang baik yang kami reskikan kepada kalian’” lalu rasulullah saw menerangkan tentang orang yang melakukan perjalanan panjang kusut masai dan berdebu. Ia menengadahkan kedua tangannya (berdoa) kelangit sambil mengatakan ”ya rabbi,ya rabbi, sementara makanannya haram, minumannya haram,pakaiannya haram, diberi makan dari yang haram.bagaimana doanya akan dikabulkan”.(muslim). Orang yang sukses mengelola harta adalah orang yang dengan hartanya dia menjadi semakin rendah hati dan menyadari bahwa segala yang dimilikinya adalah titipan atau amanah dari Allah swt. Abdurrahman bin auf yang termasuk dijamin masuk surga pernah berlinang air mata saat dia bersiap menyantap hidangan lezat yang ada dihadapannya. Ketika ditanya mengapa ia menangis, ia menjawab ” aku takut hanya yang kunikmati didunia inilah yang menjadi ganjaranku dari Allah.”
Rasulullah bersabda” sebaik-baik harta adalah harta yang ada pada orang shaleh. Belaiau juga memerintahkan kepada kita ”jauhkanlah dirimu dari neraka walaupun hanya sebelah kurma.”.
Imam ghazalimmengakui keutamaan harta dikatakan bahwa orang yang mencari kebaikan tanpa harta ibarat orang pergi kehutan tanpa membawa senjata atau ibarat burung elang tanpa sayap.
Perjuangan islam jelas tidak mungkin tanpa dukungan finansial. Kekuatan orang kafir harus dihadapi dengan kekuatan optimalkaum muslimin.dan ini tentu saja kekauatn maliyah(finansial). Itulah sebagian ajaran islam yang terkait dengan kekayaan. So menjadi arang kaya bukanlah sesuatu yang dilarang dalam sila, melainkan sangat dianjurkan.
Kemiskinan lebih dekat dari kekufuran.
Dan sungguh akan Kami berikan cobaan kepadam, dengan sedikit ketakutan, kelaparan, kekurangan harta, jiwa dan buah-buahan. Dan berikanlah berita gembira kepada orang-orang yang sabar, (QS. 2:155)
Dan belanjakanlah (harta bendamu) di jalan Allah, dan janganlah kamu menjatuhkan dirimu sendiri ke dalam kebinasaan, dan berbuat baiklah, karena sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang berbuat baik. (QS. 2:195)

Rezki allah limpahkan kepada siapa saja yang dikehendakinya, manusia hanya membuka peluang selebar-lebarnya untuk memperoleh rezki tersebut. ”Berusahalah allah dan rasul seta orang mukmin melihat usahamu” (at-taubah:105).

MENGENAL TINGKATAN CINTA DALAM ISLAM

Oleh

Nadiyah Hansur

Cinta adalah sebuah kata yang tak akan pernah ada ujung dan pangkalnya ketika kata tersebut menjadi agenda perbincangan, betapa tidak cinta adalah sebuah kata yang mampu membuat orang lain gembira dan bersedih. Begitu bermaknanya cinta sehingga memiliki sejarah dan memakan beberapa korban, misalnya Romeo and Juliet, laila dan majnun, serta Napoleon Bonaparte yang meninggal karena cintanya pada Josephine. Tetapi apakah sebenarnya makna cinta, apa yang terkandung dalam cinta tersebut sehingga begitu menarik dan membingungkan.

Menurut buku karangan Abdullah nasih ulwah cinta adalah perasaan jiwa dan getaran hati dan pancaran naluri dan terpautnya hati orang yang mencintai kepada orang yang dicintainya dengan semangat yang menggelora dan wajah yang selalu menampakkan keceriaan. Sedangkan menurut kamus besar bahasa Indonesia cinta adalah suka sekali, sayang dan kasih sekali inilah defenisi dari cinta, yang mungkin berbeda bila setiap subjek memandangnya.

Cinta diturunkan dimuka bumi untuk menenangkan jiwa manusia. Sesuai fiman Allah SWT “Sesungguhnya orang-orang beriman dan beramal saleh, kelak Allah Yang Maha Pemurah akan menanamkan dalam (hati) mereka kasih sayang. (QS. maryam:96)”. Inilah janji Allah SWT terhadap orang yang beriman dan beramal saleh. Berbeda dengan manusia yang menganggap cinta sebagai manifestasi dari nafsu birahi kepada lawan jenis. Manusia jaman sekarang hanya mengenal cinta sebagai bahan untuk bersenang-senag sehingga yang mereka anggap sebagai cinta adalah sebatas perasaan antara perempuan dan laki-laki dan cenderung kepada making love (bercinta:negatif). Inilah kesalahan yang dilakukan manusia yang memilih untuk jauh dari jalan fitrah yang telah Allah SWT berikan kepada setiap manusia, dan memilih untuk mencintai selain-Nya, hal ini dijelaskan dalam firman-Nya “Katakanlah: "Jika bapa-bapa , anak-anak , saudara-saudara, isteri-isteri, kaum keluargamu, harta kekayaan yang kamu usahakan, perniagaan yang kamu khawatiri kerugiannya, dan tempat tinggal yang kamu sukai, adalah lebih kamu cintai dari Allah dan RasulNya dan dari berjihad di jalan nya, Maka tunggulah sampai Allah mendatangkan keputusan NYA". dan Allah tidak memberi petunjuk kepada orang-orang yang fasik. (QS A-Taubah : 24)”.

Kehidupan manusia dimuka bumi ini adalah sebuah pilihan yang akan dimintai pertanggungjawaban dan akan menghasilkan sebuah konsequensi dari sebuah pilihan tersebut, begitupula eksistensi cinta diturunkan kemuka bumi ini, apakah manusia akan menggunakannya untuk kebaikan dalam koridor kecintaan kepada Allah SWT ataukah ingin melawan gradient yang ditentukan oleh Allah SWT sehingga memilih untuk menghambakan diri kepada selain Allah swt, semua pilihan tersebut kembali kepada manusia, dan konsequensi yang akan ditanggung berkibat pada kehidupan dunia dan akhirat kelak. Karena mencintai Allah swt akan berakibat pada fasilitas kemudahan yang akan allah SWT berikan sesuai firmn Allah swt “Dijadikan indah pada (pandangan) manusia kecintaan kepada apa-apa yang diingini, Yaitu: wanita-wanita, anak-anak, harta yang banyak dari jenis emas, perak, kuda pilihan, binatang-binatang ternak dan sawah ladang. Itulah kesenangan hidup di dunia, dan di sisi Allah-lah tempat kembali yang baik (surga). (QS. Al-Imran : 14)”.

Tingkatan objek yang harus dicintai dalam islam yaitu Allah, rasul/islam, mukmin/muslim, manusia, benda. Berdasarkan urutan tersebutlah seharusnya menjadi prioritas kita dalam mencintai. Namun realitas masa kini membuat manusia justru mencintai dunia dan isinya dan melupakan Allah SWT yang telah memberinya segala kenikmatan. Yang juga banyak menjerumuskan manusia adalah kecintaan terhadap lawan jenis terkadang membuatnya tidak sadar dengan apa yang ia lakukan, bahkan terkadang lelaki yang mencintai pasangannya rela melakukan hal yang dilarang Allah swt hanya untuk memenuhi kecintaan terhadap lawan jenis. Beberapa peristiwa fenomenal hari ini misalnya beberapa orang yang mengatasnamakan cinta kepada seorang perempuan tetapi sebenarnya hanya mengikuti hawa nafsunya. Kecintaan kita kepada seseorang seharusnya membuat kita ingin memberi yang terbaik kepada orang yang kita cintai, karena sesungguhnya cinta adalah manifestasi sebuah pengorbanan, dan ingin menyelamatkan orang yang kita cintai dan mengarahkannya kepada jalan kebenaran, sehingga yang harus dilakukan adalah memperbaiki diri dengan bekal ilmu agama yang dapat digunakan untuk mengarahkan orang yang kita cintai kepada jalan kebenaran, inilah hakikat kecintaan seorang saudara kepada saudaranya.

Hadirmu Membawa Perubahan
Kata tak akan mampu mewakili segala rasa bahagia dan gembira ku telah mengenal mereka, mengenal orang yang selalu berfikir positif dan mendahulukan orang lain, seumur hidup berani kukatakan bahwa masa kuliah adalah masa yang paling indah ketika kita mau menatanya menjadi sebuah pengalaman yang menarik. Pengalaman yang menarik bukanlah ketika kita berhasil berhura-hura dengan senantiasa melakukan aktifitas yang memuaskan hati, bukan pula berhasil mendapatkan atau memperoleh gelar dengan IPK yang tinggi, tetapi lebih dari itu yaitu memperoleh saudara yang selalu saling menyayangi dan aku memperolehnya dari komunitas yang membuat orang lain dapat berubah. Inilah sebaik-baiknya komunitas. Komunitas yang selalu melakukan sesuatu karena dasar ketakwaan karena ALLAH SWT, didalam komunitas tersebut yang ada hanya kasih sayang, tidak ada kedengkian. Yang ada hanyalah sebuah kata yaitu taawun( tolong menolong). Betapa ku bahagia bahkan kebahagian yang tak dapat didefenisikan dan tak mungkin termodifikasi.
Tetapi kini semua itu hampir berakhir, seiring dengan masa yang semakin berjalan serta usia yang semaikin bertambah masa kuliah itu tinggal menanti detik-detik dentang waktu. Ikhwa kurindu dengan canda tawamu yang menyejukkan semua yang memandang. Gersangnya pemikiran hati mampu terhapuskan oleh senyuman seorang saudara yang menyejukkan. Walaupun komunitas kita adalah komunitas minoritas tetapi ternyata yang kau lakukan bukanlah sebuah pekerjaan yang bernilai minoritas. Pekerjaan yang kau lakukan adalah pekerjaan besar yang seharusnya tidak kau pikul sendiri. Pekerjaan yang seandainya semua orang tau mereka akan berlomba-lomba untuk melakukannya dan akan berlomba-lomba menjadi bagian komunitas persaudaraan ini. Rambutmu acak-acakan karena engkau tidak pernah memikirkan dirimu, wajahmu ikhwa yang ganteng dan cantik-cantik tak nampak lagi, karena demi memperjuangkan da’wah kau rela menapaki sinar mentari, kemanjaan yang kau lakukan pada orang tua rela kau tinggalkan demi suatu tujuan yang tulus. Membawa saudara-saudaramu pada satu tujuan yaitu menapaki jalan yang tak akan ada habisnya yaitu jalan menuju keridhoan sang ilahi.
Ikhwa betapa mulia hatimu, tak pernah berpikir hanya untuk dirimu sendiri Ikhwa yang engkau jalani adalah sebuah kebaikan, yang nilaianya akan diperhitungkan oleh-Nya. Sebesar atompun kebaikan yang kau tebarkan maka tetap akan diperhitungkan olehnya. Engkau adalah pahlawan penyelamat mahasiswa dari kebobrokan akhlak, dari segala amarah dan emosi negatif, Engkaulah yang menjadikan hal tersebut menjadi lebih positif, tentu saja dengan kerja keras dan pikiran yang keras, lihatlah rambut bergururan kau abaikan. Karena pemikiranmu tidak hanya seputar kesuksesan pribadi dan kesempurnaan fisik tetapi yang ada di pikiranmu adalah peradaban yang islami, yang selalu dalam berkah ilahi. Engkau adalah pemuda pemudi yang beda dengan yang lain, ketika pemuda pemudi bersenang-senang dimalam hari tetapi engkau bersusah payah merumuskan kebaikan apa yang akan kau tebar dihari esok, Ketika siang hari pemuda-pemudi bertamasya dan berlibur engkau dibawah terik mentari menyebar kebaikan. Hadirmu telah merubah segalanya.....
Kini dapat kau temui seiring dengan berjalannya hari, komunitas kita semamkin bertambah, dan hari ini menjadi bukti kerja-kerjamu kemarin, membentuk kampus islami yang sedikit-demi sedikit telah merubah paradigma dan emosi mereka menjadi sebuah kasih sayang. Kini tembok berlin dikampus kita bukan lagi penghalang dalam bersilaturahim dengan yang lain. Impianmu untuk mendamaikan hati manusia-manusia civitas akademika dimampus orange telah terealisasi, mereka tak lagi saling melempar sumpah serapah, mereka tak lagi melempar kerikil-kerikil kecil yang dapat memecahkan gedung perkuliahan. Yang mereka lakukan adalah menyebar kasih dan sayang antara sesama manusia yang diciptakan oleh sang maha pencipta. Karena mereka kini tau bahwa berkasih sayang adalah sebuah kebahagiaan seperti yang engkau ajarkan kepada mereka.
Tapi, kini masamu telah hampir berakhir dikampus ini, ikhwa pekerjaanmu tidak hanya sampai disini, seirng dengan berjalannya waktu duniamu akan berganti, berganti dari komunitas mahasiswa menjadi komunitas yang real yaitu masyarakat, idealisme yang engkau pegang teguh ketika menjadi mahasiswa akan berbeda dengan keadaan masyarakat yang cenderung heterogen. Kerja keras diluar kampus ini masih menunggumu. Setelah engkau berhasil merekayasa kampus ini diluar sana memerlukan rekayasa yang lebih hebat lagi, oleh sebab itu janganlah tertawa dengan keberhasilanmu, diluar sana masyarakat masih menunggu rekayasa dari mahluk tuhan yang cerdas sepertimu. Engkau adalah manusia emas yang akan dibutuhkan oleh bangsa ini. Walaupun mutiaara yang ada dalam hati, tidak engkau pamerkan kepada siapapun itulah sikap rendah hati yang kau miliki.

Kini kukatakan “rencanakanlah hidupmu, jangan jadikan da’wah sebagai alasan engkau masih bergelut didunia kampus. Ikhwa masyarakat menunggu perjuanagnmu didunia nyata.Da’wah tidak hanya dikampus tetapi lebih dari itu.....

Ikhwa kalian adalah mahluk tuhan yang paling cerdas
Ikhwa kalian adalah pahlawan tanpa tanda jasa
Tetapi jasamu akan dibalas oleh-Nya dengan jannah_Nya
Insya Allah....


Ditulis:
Dibambangnya hari dinegeri gersang, 15 maret 2009

Selasa, 30 Desember 2008

Desa Terpencil, berubah disebabkan Sentuhan perusahan Telekomunikasi

Rimbunnya pohon dan lahan pertanian serta udara yang segar seakan menyambut kedatanganku dikampung halaman, yang merupakan tempatku menghabisakn separuh masa kecilku. Hamparan sawah dan perkebunan kakao terbentang luas. Petani berjalan dipematang dengan menggunakan senjata kesatrianya, anak sekolah berjalan melewati jalan setapak yang terentas oleh kerikil jalanan, walau terkadang ketika musim hujan tiba ,mereka harus membuka sepatu untuk menghindari jalan yang tergenang oleh air selokan, gambaran desa yang sangat tertinggal dengan segala infrastruktur dan jauh dari tekhnologi.
Keberadaan Desa Arusu terletak sekitar 30 km dari Masamba Ibu Kota Luwu Utara yang membuat keadaan telekomunikasi dan sarana transportasi tertinggal. Masyarakat sebagian besar adalah petani, aktifitas mereka kadang terhambat oleh situasi dan kondisi infrastruktur yang tidak stabil. Kekayaan alam yang didominasi oleh kakao dan jeruk tidak mampu maksimal didistribusikan keluar daerah, petani membawa hasil pertanian dengan menggunakan sepeda ataupun sepeda motor yang dapat menjangkau daerah luar. Keadaan ini selama bertahun-tahun mengekang berkembangnya pertanian di Desa ini.
Gedung Sekolah berdiri kokoh di Ibu kota kecamatan ini, siswa menjalani aktifitasnya dengan kondisi seadanya, kesulitan dalam memperoleh media pembelajaran menjadi salah satu hambatan pelajar SD dan SMP. Seperti biasanya pada malam hari pelajar tersebut hanya menghabiskan waktunya dengan tidur karena listrik yang belum menjangkau daerah ini. Warga masyarakat biasanya menghabiskan malam disalah satu rumah warga, untuk sekedar bercerita dan minum kopi, dan setelah mengantuk mereka akan menuju rumah masing-masing.
Canda tawa warga dimalam hari membuktikan rasa persaudaraan dan kekelurgaan yang tinggi. Kebiasaan ini nampak dalam keseharian dan pada saat Hari Raya Idul Fitri maupun Idul Adha. Kebiasaan saling bersilaturahmi adalah kebudayaan yang turun temurun telah dijaga oleh warga, kebiasaan menyantap makanan khas yaitu kapurung menjadi perekat antar warga desa. Salah satu kebiasaan yang paling menarik adalah ketika saat mau makan, beberapa orang yang bertetangga memanggil dari jauh, biasanya berteriak, untuk mengundang.
Keadaan telah berubah seiring dengan berjalannya waktu, kehadiranku kembali setelah beberapa tahun melewatkan kehidupanku di negeri orang membuatku tercengang dengan segala perubahan Infrastrukutr. Dipinggir jalan kulihat menara telekomunikasi telah mewarnai pembangunan desa ini. Jalur informasi berkembang seiring dengan perkembangan system yang telah menjadi prioritas perusahaan telekomkunikasi yang bekerjasama dengan pemerintah daerah setempat.
Kendaraan yang kutumpangipun berhenti didepan rumah, berbeda dengan beberapa tahun sebelumnya, jalur transportasi tidak mampu melewati jalan setapak yang mengarah kerumahku disebabkan kondisi jalan yang tidak memungkinkan,. jalan itupun telah menjadi aspal beton. Sampai dirumah, keluargaku menyambutku dengan senang dan gembira, kondisi kekeluargaan itu masih terasa walaupun infrastruktur dan tekhnologi telah berkembang. Kini kuinjakan kakiku didesa untuk menyambut hari raya Idul Adha setelah empat tahun meninggalkannya untuk menuntut ilmu. Perbedaan yang sangat besar telah terjadi dan ini dimulai setelah menara ajaib dibangun di desa ini kata seorang tetanggaku.
Perubahan ini berawal dari program pemerintah Guna mendukung program e procurement. Pemerintah daerah Luwu Utara bekerja sama dengan PT Solusindo Kreasi Pratama Indonesia Tower menyiapkan infrastruktur jaringan telekomunikasi seluler yang juga digunakan untuk media internet. Menara telekomunikasi bersama dibangun yang dapat digunakan oleh semua operator. Menara ini dibangun oleh perusahaan independent yang tidak memiliki afiliasi dengan operator, pembangunan disesuaikan dengan master plan dan peraturan bupati tentang pembangunnan menara bersama dapat direduksi.. di Luwu Utara akan dibangun 50 menara bersama yang akan diatur oleh pemerintah.
Menara tersebut mejadi awal dari proses masuknya operator telekomunikasi. Mayarakat dapat memilih operator yang murah dan dapat dijangkau oleh masyarakat yang sebagian besar adalah seorang petani. Selain itu tarif yang murah menyebabkan masyarakat dapat bersilaturahim dengan keluarga yang berada diluar daerah. Kehadiran pemancar itu memberi nuansa yang berbada pada desa ini sela salah satu warga ditengah tawa, pembangunan infrastruktur kemudian sedikit demi sedikit mulai berubah, sehingga desa ini bukan lagi desa tertinggal namun kini dapat dikatakan desa modern yang memiliki fasilitas komunikasi.
Perubahan itu juga memberi kemudahan berkounikasi pada msayarakat, Handphonepun bukan lagi barang langka, silaturahmi tidak terbatas pada kemampuan ekonomi. Kebiasaan gotong royong dan kekeluargaan masih melekat, pada hari lebaran seperti ini, masyarakat terbiasa mengundang tetangganya untuk sekedar menyantap makanan khas palopo yaitu kapurung, beberapa tahun yang lalu kebiasan mengundang menggunakan teriakan/ panggilan atau mengunjungi langsung dari satu rumah kerumah yang lain, namun pada tahun ini berbeda. Telekomunikasi yang semakin berkembang dan tariff operator seluler yang semakin murah membuat masyarakat beralih kebiasaan, masyarakat yang dulu menggunakan teriakan, sekarang tidak canggung lagi menggunakan telepon seluler untu mengundang tetangga atau sanak saudara untuk sekedar bersilaturahmi dan menyantap makanan khas palopo tersebut.
Dengan adanya tarif murah pada layanan SMS (sort massage service) dan telepon menyebabkan jalinan sosial antara masyarakat semakin erat. Musim lebaran haji (Idul Adha) seperti ini silaturahmi dipermudah dengan adanya jaringan telekomunikasi yang terjangkau, Sehingga tanpa mengunjungi pun tetap dapat bersilaturahmi dengan keluarga yang berada di kota atau area yang berbeda.

Minggu, 30 November 2008


PEMIMPIN SEJATI

Keberhasilan dalam suatu kerja team berhubungan sangat erat dengan individu yang berada dalam team tersebut. kepedulian dan dukungan moril sangat dibutuhkan dari sebuah motilitas yang diharapkan dapat menyukseskan program kerja ataupun program da’wah dalam suatu wajihah ataupun oranisasi. Terkadang otonomi kepemimpinan pada salah satu kordinator menjadi suatu pengalihan yang tidak bertanggung jawab. Perlu dipahami bahwa otonomi kepemipinan bukan berarti sebuah ajang untuk melepaskan diri dari tanggung jawab yang harus diemban sebagai pemimpin dalam team ataupun dalam sebuah organisasi.

Tuntutan keberhasilan yang parameternya adalah kuantitas dan kualitas menjadi landasan dalam megerjakan tugas yang telah disepakati pada program kerja. Terkadang arrogansi dari pemimpin menjadi suatu kendala yang sangat besar dalam suatu proses kepemimpinan. Fungsi pemimpin pada dasarnya seperti nucleus dalam suatu sel, yaitu mengendalikan jalannya seluruh kegiatan sel, begitupula dengan tugas pemimpin yaitu megendalikan suatu organisasi, bukan justru menjustifikasi dan menjadi pengamat dari kerja –kerja team yang lain, tetapi juga mengevaluasi dan ikut melibatkan diri dari system replikasi yang telah dijalankan oleh kepemimpinan yang menatasnamakan ketua dari sebuah tim yang bernama organisasi.

Rapat sebagai ajang membagi pengetahuan dan ide serta semangat, tetapi terkadang rapat hanya menjadi ajang untuk mendengarkan celoteh dari beberapa manusia yang mendominasi, pemimpinan yang sejati adalah pemimpin yang dapat melahirkan pemimpin baru yang lebih progresif, sehingga rapat seharunya menjadi ajang pembelajaran untuk peserta rapat yang lain untuk dapat menuangkan ide-idenya dan saling bertukar ide satu sama lain, bukan justru mendominasi dan membuat yang lain menjadi resesif dengan ide-ide yang biasa jadi indah pada waktunya. Jangan sampai kegagalan untuk menghadirkan pemimin baru adalah akibat dari kesalahan pemimpin terdahulu yang tidak mengutamakan mendidik kadernya yang lain sebagai pemegang estafet kepemimpinan selanjutnya. Sering menjadi suatu dilemma pada beberapa organisasi sangat sulit untuk menghadirkan pemimpin yang dapat menggantikan kedudukan ketua pada sebuah organisasi. Ini adalah penyakit pada beberapa organisasi di tataran kampus, mungkin berbeda dengan organisasi ditataran masyarakat, karena kepemimpinan di tataran masyarakat itu biasanya dijadikan sebagai ajang ekspresi dari kepentingan dari beberapa orang atau beberapa golongan. Sehingga berdasarkan perbedaan tersebut menjadi skandal dalam mencari sosok pengganti pemimpin baru pada suatu organisasi kampus.

Satu hal yang ingin saya sampaikan pada tulisan ini adalah konsequensi moril seorang pemimpin sangat tinggi, dan ini setimpal dengan kemampuana individu yang telah Allah swt berikan segala potensi dalam diri inidvidu tersebut. Saya teringat pada suatu cerita tentang seorang ilmuwan yaitu Albert einsten. Pada suatu saat, ketika ilmuwan tersebut diminta untuk mengisi sebuah acara dan membawakan materi tentang teori relativitas yang ditemukannya, tetapi pada saat yang bersamaan ia mendapat penyakit dan otomatis tidak dapat menghadiri acara tersebut, sehingga dia berinisiatif untuk mencari pengganti, supirnya menjadi orang yang didelegasikan untuk menggantikannya, karena supirnyalah yang selama ini sering menemaninya pada saat menjelaskan materi relativitas, pada saat acara berlangsung, sang supirpun menjelaskan teori tersebut dengan gamblang dan tanpa cacat sama sekali. Cerita diatas menginspirasi kita bahwa posisi kepemimpinan dapat diduduki oleh siapa saja tetapi tentu saja melalui proses pembelajaran terlebih dahulu, dan proses pembelajaran dalam organisasi adalah melibatkan yang lain dalam proses tersebut sehingga diapun menjadi bagian dari proses . Sang ketua tidak mesti menjadi pembicara terus menerus pada suatu undangan, tetapi memilih suatu sosok yang dapat dijadikan sebagai pemimpin penerus estapet kepemimpinan itu. Inilah sejatinya kepemimpinan yang ideal.



an_nadiyahbio@yahoo.com

MAHASISWA DAN TRANSFORMASI POLITIK

Oleh : Nadiyah hansur

Sejarah kemerdekaan bangsa Indonesia ada karena adanya pemuda dan hidup karena hidupnya para pemuda. Pemuda sangat berperan dalam proses transformasi dalam berbagai aspek kehidupan. Sampai hari ini kemerdekaan adalah sebuah inisiatif dari kaum muda. Pemuda adalah segolongan kaum yang tidak terpisahkan dalam sejarah perjalanan bangsa ini. Mereka memiliki andil yang sangat besar dalam upaya mendatangkan kemakmuran dan kesejahteraan yang merupakan sebuah mimpi anak bangsa yang belum terealisasikan sepenuhnya. Mereka selalu menjadi sosok lugas, yang mampu berperan di kala ketidakadilan dan kesewenang-wenangan menghadang, walaupun kerap menjadi tumbal oleh kebrutalan suatu rezim penguasa , menjadi mutan yang siap menerkam,menjadi onkogen dalam negara ataukah menjadi evolusioner, semua pilihan ada ditangan pemuda..

Masih terekam dalam ingatan, bahwa pemuda dalam hal ini mahasiswa yang sangat berperan dalam proses penggulingan rezim soeharto (orde baru), digantikan dengan Reformasi, yang dianggap sebagai solusi dari keterpurukan Negara pada saat itu, mahasiswa menjadi man power dalam proses perubahan yang menurut mereka adalah pengejewantahan demokrasi dalam bernegara. Tahun 1998 adalah kemenangan yang diukir dengan semangat kepalan tangan yang senantiasa meneriakan kemerdekaan,. Tetapi sampai hari ini gaung kemenangan itu tak lagi menggema. Disatu sisi Reformasi dianggap solusi tetapi pada sisi lain hanya mendapat cercaan dari masyarakat yang lain. Maka pertayaan yang kemudian muncul”what going on” dan “why”. proses penggulingan tersebut diatas ternyata sampai hari ini bukanlah merupakan solusi menurut masyarakat, hal ini disebabkan hilangnya kesejahteraan yang pernah mereka rasakan pada saat soeharto masih berkuasa. Dengan turunnnya rezim soeharto berdampak pada krisisis ekonomi, yang menyebabkan harga menjadi tinggi. Masyarakat awam pada dasarnya tidak mempedulikan kediktatoran soeharto, bahkan tidak memperdulikan bahwa Negara ini digadai oleh soeharto, yang mereka pentingkan bahwa kepentingan mereka dimengerti oleh soeharto yaitu kesejahteraan, yang sampai saat ini mereka tidak rasakan setelah reformasi berkibar ditiang tertinggi.

Inilah yang menjadi dilemma gerakan mahasiswa saat ini. Beban sosial yang diemban pemuda semakin besar, Gerakan mahasiswa kini terwarnai, tidak lagi dipercaya. Demonstraasi sebagai ”keys of movement” tidak lagi ”purifi”. Demonstrasi kini telah terwarnai oleh kepentingan, walaupun hanya sebagian kecil yang melakukannya tetapi hal tersebut telah tergeneralisasi. Ketika melihat demonstrasi maka masyarakat akan bertanya ” mereka ditunggangi oleh siapa”? Ataukah demonstrasi yang anarkis yang justru merugikan banyak pihak termasuk negara, hal ini telah menjadi pemandangan sehari-hari, mahasiswa yang berteriak lantang tidak lagi didorong oleh cahaya ruhaninya, akar pemikiran dan idealisme tetapi oleh kepentingan perorangan atau golongan.

Mahasiswa yang bukan hanya “director of change” tetapi menurut penulis adalah “produsen of change” telah kehilangan eksistensinya. Untuk menumbuhkan kepercayaan masyarakat kepada mahasiswa maka yang harus dilakukan adalah transformasi gerakan yang dapat dibuktikan, bukan hanya sekedar hipotesis. Tetapi diharapkan menjadi gerakan yang solid yang memiliki taraf signifikansi yang dapat dipercaya (0,00000001) serta memiliki validitas dan reliabilitas ( kaya’ penelitian aja!!!). Kedepannya mahasiswa diharapkan menempati garda terdepan dalam proses transformasi tersebut, mahasiswa seharusnya tidak memikirkan kepentinga pribadi tetapi kepentingan seluruh masyarakat, hal ini hanya dimiliki oleh mahasiswa yang hati nuraninya bersih, sehingga untuk membuktikan sebuah gerakan yang solid maka dibutuhkan untuk menghadirkan model manusia yang memiliki niat yang tulus, hati yang ikhlas dan senantiasa ikhsan, manusia yang memiliki area ”god spot” serta kesucian hati, manusia model inilah yang digambarkan dengan muslim negarawan, inilah langkah awal yang harus dilakukan adalah menghadirkan muslim negarawan ditataran kampus ataupun birokrasi, Hanya dengan menghadrkan pribadi unggul (iman, taqwa serta kompetensi ) yang dapat menjawab tantangan masa untuk meraih era keemasan. .

Melalui daya analitis yang kuat maka diharapkan mahasiswa dapat melihat dan menganalisis masalah yang terjadi dan membuat sebuah transformasi gerakan yang berbeda, bukan hanya menyaksikan dan membiarkannya berlalu begitu saja, kini saatnya mahasiswa do more, talk less, termasuk transformasi gerakan dari sekedar aksi (demo) dijalan menjadi gerakan konsilidasi yang lebih intelektual.

Didunia ini tak ada yang abadi, yang abadi adalah perubahan, yakinlah perubahan itu akan ada, yang menjadi pertanyaan adalah siapakah sebagai pelaku perubahan, maka perubahan itu hanya dapat dialakukan oleh orang-orang yang mau berubah, karena perubahan itu berawal dari hal yang terkecil yaitu merubah dirimu menjadi lebih baik (be a muslim negarawan).

”Dan Allah tidak menjadikan pemberian bala-bantuan itu melainkan sebagai khabar gembira bagi (kemenagan)mu, dan agar tenteram hatimu karenanya. Dan kemenanganmu itu hanyalah dari Allah Yang Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana. (QS. 3:126)”.

Blue palace

Tabaria

Kamis 3 juli 2008

Minggu, 19 Oktober 2008

WATAK MANUSIA INDONESIA


Indonsia Masih Berada Pada Tingkat Kemiskinan Yang Sangat Memprihatinkan,Angka Kemiskinan Menjadi Sebuah Big Problem Bagi Negeri Ini, ditengah kekayaan alam yang melimpah, kemiskian juga menjadi hal yang bersifat degeneratif, inilah wajah bangsa indonesia yang mengalami keterpurukan multidimensi. Kemiskinan merupakan hal yang terkadang genetic sehigga setiap harinya kemiskinan semakin bertambah.

Data BPS menyebutkan kemiskinan bertambah pada tahun 2006, tetapi beberapa tahun terakhir, kemiskinan yang tercatat semakin menurun, namun gejala kemiskinan di masyarakat justru semakin bertambah. What going on, apakah angka kemiskinan yang selama ini mengalami dilemma menjadi suatu hal yang dapat direkayasa karena kepentingan politik salah satu pihak ataukah parameter kemiskinan itu sendri yang telah sulit untuk ditentukan, Bahkan telah sulit untuk mendefenisiskan, disebabkan kemiskinan yang semakin dibawah garis.

Kemiskinan mugkin akan menjadi suatu kata yang kekal in our country, mengapa demikian? Maka jawabannya adalah watak yang dimiliki bangsa Indonesia adalah watak orang yang miskin, watak miskin tersebut telah terpatri secara genetic dalam tubuh masyarakat Indonesia. Watak miskin itu adalah watak instant, yang selalu menginginkan suatu hal tanpa usaha. Menggunakan hak kemiskinannya untuk menjadikan suatu modal usaha, dengan bangga mengatakan dirinya miskin untuk memperleh sumbangan, zakat ataupun BLT( bantuan langsung tunai). Inilah watak manusia Indonesia yang telah menjadikan indonesia sulit untuk melepaskan diri dari kemiskinan. Watak meminta tanpa ingin berusaha adalah kunci dari kemiskinan selama ini, disamping minat pendidikan yang kurang.

Beberapa hari yang lalau terjadi tragedy pasuruan yang menghilangkan 21 nyawa disebabkan antrian untuk memperoleh zakat dari salah satu orang kaya didaerah tersebut, sungguh miris hati ini melihat kejadian tersebut, mereka mengandalkan tampang yang lusuh, antrain sampai puluhan jam hanya untuk memperoleh uang Rp.30.000, inilah titik klimaks kemiskianan bangsa ini, watak meminta dalam diri masih tinggi, watak egois dan cenderung individual masih membelit erat, sehingga pada kejadian tersebut mereka rela mengorbankan orang lain untuk mencari suatu keuntungan, beberapa orang terinjak sampai mati, dan ada juga yang dirawat dirumah sakit karena antrian yang berdesakan.

Melihat fenomena diatas maka yang menjadi permasalahan yang pertama adalah indikasi tingginya watak pengemis dalam diri masyarakat indoensia, dan yang kedua adalah system zakat yang tidak lagi menunjang. Sehingga kepercayaan masyarakat akan amil zakat telah hilang karena budaya korupsi yang ada di Indonesia, yang ketiga adalah tingkat pendidikan yang kurang sehingga tiada inisiatif cemerlang dalam diri masyarakat Indonesia untuk melawan kemiskinan tersebut.

Mengenang tragedi pasuruan

(Nadiyah hansur)an_nadiyahbio@yahoo.com

REALITAS SEBUAH KEPEMIMPINAN

para pelaku:

  1. L (lurah)
  2. J (jagabaya)

pentas menggambarkan sebuah pendopo kelurahan. Malam hari itu lurah sedang berbincang-bincang dengan Jagabaya.

L: saya mesti tetap memikirkannya, Pak Jagabaya.esebagai seorang lurah, saya tidak akan berdiam diri menghadapi persoalan ini.

J: tapi maaf, Pak lurah, saya rasa tindakan pak lurah dalam menghadapi persoalan inikurang tegas. Maaf, Pak lurah cak-cek, kurang cepat.

L: memang, saya sadari saya kurang tegas dalam hal ini, ini saya sadari betul, pak jagabaya. Tapi tindakan saya yang kurang cepat ini sebetulnya bukan berarti apa-apa. Terus terang dalam menghadapi persoalan ini saya tidak mau grusa-grusu.

J: memang tidak perlu grusa-grusu, pak lurah.tapi tidak grusa-grusu bukan pula berarti diam saja hanya plompang-plompong menunggu berita. Pak lurah kan tinggal memberikan perintah atau izin kepada saya untuk memerintahkan pemuda desa kita untuk mengadakan ronda kampong tiap malam.

L: iya, saya tahu, dik, eh, pak jagabaya. Tapi dalam saat-saat terakhir ini pemuda desa kita sedang saya gembleng dalam mendalami kesenian. Pak jagabaya tahu dalam tempo satu bulan lagi bapak bupati akan meninjau desa kita. Saya sedang sedang mempersiapkan pemuda-pemuda desa kita untuk menyambutnya dengan acara-acara kesenian.saya mengerti benar tentang selera pak bupati. Dia adalah seorang pecinta kesenian dan ia akan bangga sekali jika tahu rombongan kesenian yang menyambutnya adalah pemuda dari desa kita. Kita akan mendapat pujian yang tinggi dan pak bupaqti akan selalu memperhatikan desa kita.

J: tapi apa artinya kita dapat pujian pak bupati jika kenyataannya desa kita sendiri malahan tidak aman? Walaupun pak bupati tidak tidak tahu, tapi yang merasakan terganggunya keamanan adalah penduduk desa kita, rakyat kita sendiri, pak lurah

L: berapa banyak penduduk yang menderita kerugian akibat gangguan maling itu? Dan bandingkan dengan pujian yang bakal kita terima. Bayangkan, pak jagabaya, seluruh penduduk desa kita akan ikut bangga dipuji oleh bapak bupati karena maju dalam dunia kesenian.

J: kalau pak lurah punya cita-cita semacam itu, ya, sudah. Akan lebih baik lagi Kalau semua rakyat di desa ini baik tua-muda, anak laki-laki dan perempuan dilatih saja karawitan, dilatih ketoprak. Semuanya dilatih kesenian!jangan cum apemuda-pemudanya tok, tapi semuanya, semuanya! Nggak usah mengurusi sawah dan lading atau ternak-ternak mereka……jadikan saja desa ini desa kesenian!

(mau pergi saking marahnya, tapi dicegah oleh pak lurah dan pak carik).

Cerita diatas menggambarkan sebuah kepemimpinan lurah yang menginginkan sebuah keuntungan untuk diri sendiri, inilah tipikal pemimpin yang banyak kita jumpai selama ini, kepemimpinan yang berasaskan kepentingan pribadi, mementingkan pujian yang dapat berdampak posistif bagi dirinya sendiri, ini dalah salah satu realitas yang ada dimasyarakat, tetapi terkadang kita sendiri kurang menyadari, bahkan terlena dengan keadaan tersebut. Tetapi dalam keterpurukan kepemimpinan tersebut ada saja jagabaya-jagabaya yang baru, yang memiliki idealisme dan prinsip dan bersedia berjuang untuk suatu yang terbaik bagi daerahnya.

Hadirnya seorang jagabaya dalam suatu realitas selalu ada tetapi kehadirannya terkadang terabaikan oleh suatu buaian keadaan, juga kehadirannya tidak langsung dirasakan oleh masyarakat. Inilah suatu perjaungan, perjuanga untuk mengangkat suatu kebenaran kepermukaan, karena sejatinya hidup adalah sebuah pengorbanan dan perjuangan. Namun terkadang idealisme tidak sejalan dengan realitas. Qulil al haq walau kana murran (katakana yang benar walaupuan pahit). ketika kebenaran itu ingin dinyatakan akan ada korban dari kenyatan tersebut, idealisme yanng dimiliki seseorang akan membawanya kepada suatu keterpurukan yang berkepanjangan, karena idialitas (baca kesemurnaan) itu sendiri tidak ada dimuka bumi ini. Yang ada hanyalah devolusi revolusi, dan evolusi . semua akan berubah berdasarkan masa namun keterpuruan itu dapat dielakkan ketika suatu sikap adaptif ada dalam diri para pejung kebenaran, sikap adapatif tersebut adalah sikap yang mampu meyesuikan diri dengan kondisi yang terjadi namun tidak kehilangan idealisme yang ia miliki, karena yang membedakan manusai dengan manusia yang lain adalah perasaan dan prinsip yang ia miliki. Janganlah pernah menjadi air yang melakoni kehidupan dengan apa adanya, dan jangan pula menjadi tanaman merambat yang melawan gravitasi, dimuka bumi ini, semua memiliki takaran tersendiri, hadapilah semua dengan apa adanya, karena kemenangan ada pada strategi bukan hanya dalam kata perlawanan.